Surat Untuk Para Da`i

“Jika Seorang manusia sudah menyampaikan pendapatnya maka itu sudah mencukupi, dalam hal ini sudah ditunaikan apa yang seharusnya disampaikan dengan cara yang baik dan santun serta beretika. Namun Apabila melahirkan suatu permusuhan, perdebatan, dan menyerang serta menyesat-sesatkan, maka inipun tidaklah termasuk pada sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam hal memberikan penjelasan, tentu bukanlah cara dakwah dengan atas nama Allah dan kepada sunnah Rasulullah"
Penyakit UJUB tumbuh subur di posisi yang benar, maka tidaklah diri ini dapat lepas dari UJUB jika Allah Ta`ala tidak memberikan pertolongan, Seandainya dosa-dosa yang ada lebih berbahaya dari UJUB maka Allah Ta`ala sudah membinasakan diri ini ---Visual Hati Insya Allah memberikan suara-suara hati kebenaran dari sudut pandang yang berbeda
Minggu, 12 Juli 2015
Visual Hati adalah penampakan jati diri yang tak terlihat

UNIVERSAL UNIVERSITAS,UNIVERSALITAS & FAKULTATIF
Oleh; Muhammad Ainun-Nadjib (Cak Nun)

Cak Nun
Bagi kawan-kawan yang sekarang sedang bergelut di dunia kampus yang sering kita sebut sebagai universitas, pertanyaan saya, ketika anda lulus nanti, anda merupakan sarjana universitas ataukah sarjana fakultas? Jika anda menjawab anda lulus sebagai sarjana universitas, maka perbaiki cara anda berfikir.

Kita mulai dengan analogi seperti ini, misal kampus anda, universitas anda itu memiliki 9 Fakultas, maka anda mengambil salah satu bidang studi di salah satu fakultas, katakan saja FISIP, maka anda pasti tidak akan mempelajari ilmu MIPA, Agama dan sebagainya dalam dunia perkuliahan. Padahal, orang pertama yang mencetuskan ide tentang universitas itu berangan-angan bahwa universitas yang dia bikin itu merupakan kehidupan, "this is life, the whole life". Maka jika anda memasuki dunia FISIP dan hanya tahu tentang FISIP, itukah yang disebut kehidupan? Pikirkan lagi.

Jadi, jika saya bertanya, universitas itu, kehidupan itu merupakan sebuah rumah dengan sembilan kamar atau sebuah ruangan yang luas dengan sembilan pintu? Maka saya yakin kita akan sepakat bahwa kehidupan itu adalah sebuah ruang yang luas dengan sembilan pintu. Jadi kita memasuki suatu ruang yang sama, hanya pintunya yang berbeda, jalannya yang berbeda. Tapi lihat realitas universitas anda, universitas anda itu sembilan kamar atau sembilan pintu? Jangan ada yang menjawab 9 pintu, karena sangat mustahil seorang mahasiswa FISIP mendapat teori atau pembelajaran mengenai matematika. Mustahil juga mahasiswa matematika mendapat pembelajaran tentang ilmu politik.

Dengan analogi diatas, maka bisa disimpulkan bahwa hingga saat ini, belum ada sarjana universitas secara formal, yang ada hanyalah sarjana fakultatif. Jika kita tarik sebuah garis tentang tingkatakan pengetahuan, maka urutannya: Tahu sedikit tentang sedikit hal, Tahu banyak tentang sedikit hal, Tahu sedikit tentang banyak hal dan Tahu banyak tentang banyak hal. Posisi sarjana universitas itu berada pada tingkat tahu banyak tentang banyak hal. Tapi realitanya, sarjana-sarjana sekarang, terutama sarjana S1 adalah manusia yang tahu banyak tentang sedikit hal. Mereka sangat mendalami satu bidang ilmu saja. Politik yang cuma politik, fisika yang cuma fisika. Saya kurang begitu paham apakah mereka menyangka bahwa ilmu musik itu berbeda dengan ilmu fisika, sementara ilmu agama tidak ada hubungannya dengan biologi. Kalau begitu pemikiranmu, itu Gendeng namanya.

Kalau kita sepakat di awal tadi, bahwa kehidupan itu universal, universitas itu adalah satu ruang dengan tujuh pintu, maka seharusnya, lewat disiplin ilmu apa saja, kita akan memasuki kesadaran yang sama, kita memasuki sebuah ruang yang sama, apa itu? silahkan anda cari dan anda hayati sendiri.

Maka jangan heran jika ada menemukan seorang pemusik yang gelar belakangnya, S.E atau ustadz yang gelarnya M.Si karena mereka adalah orang-orang yang mempu memasuki sebuah ruangan itu melalui pintu-pintu dan cara mereka sendiri-sendiri, sementara yang lain masih ribut-ribut berdesak-desakan di depan pintu tanpa pernah mau memasukinya.

Sekarang, silahkan anda mau memilih menjadi sarjana fakultas atau menjadi sarjana universitas yang mampu menjadi tuan rumah pikiran, ahlul fikri bagi pikiran anda sendiri. Jangan pernah manut dengan kiai siapa saja, profesor siapa saja, diri anda merupakan hak anda sepenuhnya untuk anda berdayakan, gunakan untuk menemukan sebuah kesejatian dengan caramu dengan gayamu sendiri, itu 100% merupakan hakmu untuk menemukan dirimu sendiri dengan caramu dengan gayamu.




0 komentar:

Posting Komentar

Categories

Ada apa dengan diri ini hingga Malas ke Masjid ? (1) Akun FB Saya Cinta Allah SWT tidaklah pantas ikrar yang ditulis (1) AlFuaad Fi Nuurin (1) Allah Ta`ala ditenggelamkan oleh pelampung (1) Allah Ta`ala ditenggelamkan oleh Tempe (1) Amal sholat dan puasa akan nampak nilai setelahnya (1) Anak 4 Tahun yang mengurus Ibu (1) Anakku Meninggal di bekas galian Batu Bara (1) Balasan orang yang melunaskan hutang orang lain (1) Bayi yang dihanyutkan ke sungai selamat (1) Belajar Tauhid haruslah Kaffah (1) Berdusta dalam Bersyukur kepada Allah Ta`ala (1) Berharga apa yang keluar dari mulut hewan dari mulut manusia (1) Buku Mahir Menganalisa Pergerakan Harga dan Membuat Expert Advisor Tanpa guru dengan Logika Sendiri (1) Buser samarinda yang kebablasan & Arogan (1) Cak Nun Aku datang sebagai bapakmu (1) Design Payung yang salah banyak yang membiarkannya (1) Doa dan amalan bukanlah sebagai jarak pemisah kepa... (1) Dusta Dalam Beramal dan beribadah kepada Allah Ta`ala (1) Gelar Tittle pada diriku adalah Kebodohan yang nampak (1) HARGA ADALAH HARGA DAN NILAI ADALAH NILAI (1) Hati Nurani menjangkau apa yang tidak dapat dijangkau oleh Akal (1) IBU TIDAK MELUPAKAN ANAKNYA (1) ISLAM NAMUN TIDAK ISLAMI HANYA TEORI & TULISAN SEMATA (1) Kajian Al Fuaad Fi Nuurin sangat menyentuh (1) Kajian Islam Ilmu Hikmah Kemurnian Tauhid: Bagaimana mungkin diri ini beramal ibadah (1) Kajian Islam Ilmu Hikmah Kemurnian Tauhid: Benarkah diri ini mengenal Allah Ta`ala (Ma`rifatu... (1) Kajian Islam Ilmu Hikmah Kemurnian Tauhid: Kitab Al Hikam Bukan Kitab yang sesat (1) Kajian Islam Ilmu Hikmah Kemurnian Tauhid: Kitab Al Hikam Sesat (1) Kajian Islam Ilmu Hikmah Kemurnian Tauhid: Pujian Hanya Bagi Allah Ta`ala semata (1) kakak dan adiknya yang cacat (1) KEBAKARAN DAN CRANE (1) Ketika Diriku Diuji apakah aku beriman atau Dusta ? (1) Ketika Syariat diutamakan dari Tauhid (1) Kota Samarinda semakin di Ambang kehancuran (1) Kucing Kesayangan Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam (1) Lembaga Terapi Rehabilitas Narkoba (1) LogMeIn Hamachi adalah layanan VPN (1) Makna atau arti dari Istirahat (1) Markaz Besar Agen Buku dan Bedah Buku (1) Memahami Bab Furuiyyah (1) Nasehat- Nasehat KH. Hasan Abdullah Sahal (1) Para Ustadz Unjuk Gigi atas keilmuannya dan saling merendahkan satu sama lain (1) PENDAPAT PARA GOLONGAN PENYEBAB TRAGEDI HAJI VISA TERLAMBAT & MINA (1) Perdebatan yang membuat hati angkuh dan keras (1) Pernyataan Warga Muslim Tolikara yang mengejutkan (1) Rekaman Presiden Soekarno Untuk Mengadakan Maulid Nabi (1) Riba yang menghancurkan diri ini (1) Samson adalah Nabi Sam’un Ghozi (1) SAYA ANTI DEMOKRASI (1) Semua Milik Tuhan yang Maha Kuasa kenapa harus bayar ? (1) Sholawat Tarhim Assholatu wassalamu alaik (1) Sikap atas Fatwa MPU terhadap Ajaran Salafi yang dianggap sesat (1) Silsilah dan Sejarah 25 Nabi dan Rasul (1) Syukur atau Ingkar (1) UNIVERSAL UNIVERSITAS (1) UNIVERSALITAS & FAKULTATIF (1) Visi Misi Syetan terhadap Manusia (1) Visualisasi Syahadat diri ini sebagai seorang Muslim (1)

Visual Hati

Visual Hati


Apapun yang nampak pada pandangan mata ini, bisa jadi penampakan hati dan bisa jadi juga bukan, bila penampakan dari mata hati, ketika itulah Iblis bertaubat dan bersujud kembali kepada sang maha hebat bahwa tugasnyapun sudah selesai.

Diberdayakan oleh Blogger.

Buku Al Fuaad Fi Nuurin

Buku Al Fuaad Fi Nuurin
Kemurnian Tauhid & Cahaya Hati Nurani

Dapatkan Buku ini

Dapatkan Buku ini
Jawaban kehidupan pada diri

Markaz Buku Online

Daftar Blog Saya

Beriman atau Dusta ?

Bacaan Populer